Cinta itu Berbagi, Bukan Kompetisi
#AkuCumaPunyaHati
Baru kali ini “kesadaranku” tidak hanya dapat diterima oleh akal atau pikiran saja. Tapi juga dapat diterima oleh Hati. Sehingga aku sudah tidak ragu untuk meyakini hal ini, aku sungguh yakin oleh hal ini dan aku ingin mewujudkannya. Yaitu suatu pernyataan bahwa “Cinta Itu Berbagi, Bukan Kompetisi”.
Seperti apakah bentuknya? Yakni bukan lagi cinta yang dihiasi dengan kemewahan, namun hanya butuh cinta yang penuh dengan kesederhanaan bahkan menerima/menampung atas segala kekurangannya. Yang kemudian, ingin kurajut dan kutata dengan segala kemampuan yang kupunya, menjadi sesuatu yang sempurna. Sebab tiada cinta yang sempurna tanpa adanya proses yang sempurna. Dan dasar proses yang sempurna itu, salah satunya ialah sabar dalam merajut benang dan ikhlas atas apapun yang terjadi. Itulah pengorbanan cinta. Sehingga hanyalah ‘Cinta Yang Tuluss... yang bisa menciptakan itu semua.Oleh karenanya, hakikat dari sebuah Cinta itu sendiri sebenarnya ialah kedamaian atau ketenangan, keindahan, kesempurnaan, kesabaran, keikhlasan ataupun ketulusan, kebahagiaan, dll. Apapun bentuk cinta itu, pasti ada hikmahnya. Cinta itu bukanlah hal yang buruk, hanya saja porsinya tergantung bagaimana cara kita dalam memberlakukan sebuah “Cinta”.
Tak semestinya tuk saling menyakiti. Namun seketika cinta tulus tapi merasa dikhianati. Itu kemungkinan karena, pertama, mungkin karna dia mengharap cinta berdasar sebuah kompetisi, kedua, kemungkinan besar karna ketulusan yang tak Sempurna. Jika memang Ketulusan itu sempurna maka, ketika Cinta itu terhianati. Anggapan yang buruk itu akan menjadi suatu yang baik berupa ketegaran. Dia tidak akan menganggap bahwa cinta itu menyakitkan namun sebaliknya, bahwa dengan cinta dapat mengajari kita arti kesetiaan, serta mengajari kesabaran, ketulusan, keikhlasan, dsb.
Namun yang lebih ‘Utama’ ialah
apabila Mencintai sesuatu karena Allah. Dengan
demikian, insyaAllah “Kesejukan Cinta” akan tetap bersarang bahkan selalu
terpancar dalam jiwa. Segala sesuatu akan lebih sempurna dan abadi apabila
dalam mewujudkan proses itu hanya karna Allah semata.
By: Lya Qurrota A’yunin
#LQA_99Netral


Tidak ada komentar:
Posting Komentar