Semangat itu dari pikiran. Sedang motivasi itu juga dari
fikiran. Lalu apa yang membedakan antar keduanya?
Mari kita simak dengan logika kita masing-masing. Eng ing
eeng...↓
Contoh hal kecil, ketika kita hendak mengepalkan tangan kita.
Seketika kita ingin membuat kepalan itu lebih berotot itu artinya kita menambah
daya. Lalu apa kata eksplisit dari menambah daya tersebut? Apakah jawabannya
semangat atau motivasi?
Ahaa,, apakah kau menjawab semangat? Yaps, yes right. Why?
Karena ketika kita mampu membuktikan bahwa energi kita bertambah tanpa berfikir
lagi, maka sudah dipastikan energi itu adalah semangat. Lalu, bagaimana dengan
motivasi?
Contoh hal kecil lagi nihh...hehe,, Ketika kita hendak
perjalanan jauh di mato. Sudah pasti, kita perlu menyiapkan bekal-bekal dong
yaa..? So, segala persiapan dan bekal yang cukup telah kita tuangkan demi
menjaga situasi dan kondisi dengan aman, serta agar dalam perjalanan lancar
selamat sampai tujuan. Itulah ibarat dari suatu motivasi. So guys..motivasi itu
masih dalam hal abstrak. Atau begini..ee kalau motivasi itu masih dalam bentuk
fikiran, sedangkan semangat itu sudah berupa perbuatan. Sehingga nih, kalo ada
orang bilang “aku masi semangat kok”. Nah, jangan percaya dulu guys..,, sebelum
ada bukti konkretnya. Okay? Next,
Sebenarnya dua hal ini salinglah mempengaruhi satu sama lain.
Bagaimanapun jika motivasi itu baik, maka semangat yang
dimunculkan pun baik. Sehingga, akan menghasilkan karya cipta yang bagus pula.
Nah, kemudian apakah jika motivasi itu jelek, semangat pun jadi jelek??
Mari coba kita renungkan. Apakah yes or no?,,
Hemmm...jika menurutku, segala motivasi and segala semangat
yang kita kerahkan itu adalah hal yang positif. Kenapa ku bilang positif? Karna
dalam mengatasi segala bentuk perkara, kita tidak dalam porsi “diam”, akan
tetapi kita sedang “mengusahakan sesuatu/berusaha”. Sehingga ada point nilai
disitu. Tapi, jika pada kenyataannya hasil yang diperoleh negatif. Sebab niat
negatif. Itu berarti hanya saja “niat kita yang kurang benar”. Padahal memiliki
wawasan ilmu, namun terkadang seolah-olah seperti pura-pura tak tau. Nah,
itulah yang perlu dikaji, diperbaiki. So guys, niat kita mempengaruhi cara
kita.
Perubahan itu perlu kann?? Iyaaa...aku tau manusia itu tak
ada yang sempurna kok. Tapi mengulangi kesalahan yang sama atau jatuh dilubang
yang sama, bukankah itu tak akan membuat kita maju menjadi lebih baik? Bahkan
lebih baik lagi?
Sebab karma akan terus berlaku. Jika kita merugikan orang
lain maka sama saja kita merugikan diri kita sendiri. Sebaliknya jika kita
menguntungkan orang lain, maka sama saja kita menguntungkan diri sendiri. Betul
begitu bukan?
Sebatas teori saja tidaklah cukup tanpa praktek. Bahkan praktek saja pun juga tak cukup tanpa adanya pembiasaan (ke-istiqomahan). Ibarat pisau, semakin kita asah maka akan semakin tajam.
Sehingga, jangan hanya memikirkan
hal abstrak terus menerus, tanpa adanya proses nyata. So, Kerjakanlah.
Ingat! Usaha maksimal, maka
hasilnya juga maksimal. Jika masih gagal, lagi lagi kita butuh cek&ricek
terhadap “niat dan cara” kita. Terus dikaji dan perbaiki.

