Minggu, 12 Februari 2017

Semangat VS Motivasi



Semangat itu dari pikiran. Sedang motivasi itu juga dari fikiran. Lalu apa yang membedakan antar keduanya?

Mari kita simak dengan logika kita masing-masing. Eng ing eeng...↓

Contoh hal kecil, ketika kita hendak mengepalkan tangan kita. Seketika kita ingin membuat kepalan itu lebih berotot itu artinya kita menambah daya. Lalu apa kata eksplisit dari menambah daya tersebut? Apakah jawabannya semangat atau motivasi?

Ahaa,, apakah kau menjawab semangat? Yaps, yes right. Why? Karena ketika kita mampu membuktikan bahwa energi kita bertambah tanpa berfikir lagi, maka sudah dipastikan energi itu adalah semangat. Lalu, bagaimana dengan motivasi?

Contoh hal kecil lagi nihh...hehe,, Ketika kita hendak perjalanan jauh di mato. Sudah pasti, kita perlu menyiapkan bekal-bekal dong yaa..? So, segala persiapan dan bekal yang cukup telah kita tuangkan demi menjaga situasi dan kondisi dengan aman, serta agar dalam perjalanan lancar selamat sampai tujuan. Itulah ibarat dari suatu motivasi. So guys..motivasi itu masih dalam hal abstrak. Atau begini..ee kalau motivasi itu masih dalam bentuk fikiran, sedangkan semangat itu sudah berupa perbuatan. Sehingga nih, kalo ada orang bilang “aku masi semangat kok”. Nah, jangan percaya dulu guys..,, sebelum ada bukti konkretnya. Okay? Next,

Sebenarnya dua hal ini salinglah mempengaruhi satu sama lain.

Bagaimanapun jika motivasi itu baik, maka semangat yang dimunculkan pun baik. Sehingga, akan menghasilkan karya cipta yang bagus pula. Nah, kemudian apakah jika motivasi itu jelek, semangat pun jadi jelek??

Mari coba kita renungkan. Apakah yes or no?,,

Hemmm...jika menurutku, segala motivasi and segala semangat yang kita kerahkan itu adalah hal yang positif. Kenapa ku bilang positif? Karna dalam mengatasi segala bentuk perkara, kita tidak dalam porsi “diam”, akan tetapi kita sedang “mengusahakan sesuatu/berusaha”. Sehingga ada point nilai disitu. Tapi, jika pada kenyataannya hasil yang diperoleh negatif. Sebab niat negatif. Itu berarti hanya saja “niat kita yang kurang benar”. Padahal memiliki wawasan ilmu, namun terkadang seolah-olah seperti pura-pura tak tau. Nah, itulah yang perlu dikaji, diperbaiki. So guys, niat kita mempengaruhi cara kita.

Perubahan itu perlu kann?? Iyaaa...aku tau manusia itu tak ada yang sempurna kok. Tapi mengulangi kesalahan yang sama atau jatuh dilubang yang sama, bukankah itu tak akan membuat kita maju menjadi lebih baik? Bahkan lebih baik lagi?

Sebab karma akan terus berlaku. Jika kita merugikan orang lain maka sama saja kita merugikan diri kita sendiri. Sebaliknya jika kita menguntungkan orang lain, maka sama saja kita menguntungkan diri sendiri. Betul begitu bukan?

Sebatas teori saja tidaklah cukup tanpa praktek. Bahkan praktek saja pun juga tak cukup tanpa adanya pembiasaan (ke-istiqomahan). Ibarat pisau, semakin kita asah maka akan semakin tajam.

Sehingga, jangan hanya memikirkan hal abstrak terus menerus, tanpa adanya proses nyata. So, Kerjakanlah.

Ingat! Usaha maksimal, maka hasilnya juga maksimal. Jika masih gagal, lagi lagi kita butuh cek&ricek terhadap “niat dan cara” kita. Terus dikaji dan perbaiki.

Berusaha, berusaha, dan terus berusaha untuk perbaikan diri. Serta belajar, belajar, dan terus belajar demi perubahan yang lebih baik.

Ok. Thank’s guys for attantion.

Good Luck.

Salam Hebat

Salam Kuat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar