Time is Money. Time is Sword. Itulah sajak kata pepatah lama.
Greg S. Reid,,
"Sejarah adalah masa lalu. Ambillah keputusan berdasarkan masa depan."
Waktu terus berputar. Tidak luput ter-iringi dengan nafas ini. Apa yang kuperbuat menentukan segalanya. Dari sekian polusi yang membekukanku, hanyalah kesadaran yang mampu menyegarkan segalanya. Namun yang lebih penting dari kesadaran adalah, bertaubat dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Untuk meminimalisir ombak polusi, setitik kesalahan perlu segera dirubah, sedangkan setitik kebaikan perlu di tingkatkan. Cahaya itu telah menunggu, mengapa harus menoleh pada kegelapan?
Kesendirianku bersama alam, membuahkan ketenangan. Namun
itupun juga tidak cukup untuk alam rohaniahku. Sehingga keindahan yang kekal
itu ialah ketika hati tetap bersinar pada keridho-anNya. Bahkan ketika
terdengar lantunan ayat suci Al Qur’an, serasa rasa malu mengguyur semua raga
batinku.
Aku bagai bunga yang begitu layu, tiada daya bahkan rapuh. Sehingga
tanpaNya apalah dayaku.
Namun seketika senyuman ketulusan mulai muncul, semua mulai
membaik. Yakni sumber ketulusan yang hadir diselimuti dengan keridho-an Allah.
Namun itupun juga tak cukup untuk bekal kelak. Semuanya harus terus diproses
secara istiqomah berdasar kitab yang agung. Sesungguhnya sudah memiliki
pedoman, hanya saja tinggal menjalankan. Pilihan ini dan keyakinan ini sudah
diputuskan sejak dulu, sesungguhnya hanya tinggal menjalankan. Jadi mengapa
harus ragu dan dipertanyakan lagi?
Menjadi orang bijak sungguh sulit. Namun dengan mengingat kematian, apakah sejarah hidup ini akan dibiarkan kacau? Yakni mencampur adukkan antara benar dan yang batil? Pada intinya, Orang yang bijaksana adalah orang yang menyadari kesalahannya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar